Tilawah Al-Quran

JADUAL BIMBINGAN |

TBA (Taman Bimbingan Al-Quran) | untuk anak-anak

  • Hari : Senin - Kamis
  • Waktu : Ashar - selesai
  • Tempat : Pelataran Musholah Syamilah
 

BBQ (Bimbingan Baca Al-Quran) | untuk remaja dan dewasa

  • Hari : Setiap Hari
  • Waktu : Maghrib - Isya
  • Tempat : Musholah Syamilah
  *

TILAWAH AL-QUR’AN (Bimbingan Baca Al-Quran | BBQ)

Hukum mempelajari Ilmu Tajwid sebagai disiplin ilmu adalah fardu kifayah. Adapun hukum membaca Al-Quran dengan memakai aturan-aturan tajwid adalah fardu ‘ain . Firman Allah SWT:

وَرَتِّلِ الْقُرْ ا نَ تَرْتِيْلًا

“... dan bacalah Al-Quran dengan tartil.” (QS; Al-Muzzammil 73, ayat: 4).

Rasulullah SAW juga bersabda :

إ ِقْرَؤُوْا الْقُرْآَنَ بِلُحُوْنِ الْعَرَبِ وَ أَصْوَاتِهَا (رواه الطبران)

“Bacalah Al-Quran dengan cara dan suara orang Arab yang fasih”. (HR. Thabrani)

Syekh Ibnul Jazari (Ulama pakar ilmu tajwid dan qiro’at) dalam syairnya mengatakan:

وَ الْأَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حَتْمٌ لَازِمٌ # مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ القُرْآَنَ اَثِمٌ

لِأَنَّهُ بِهِ الْإِلَهُ اَنْزَلَ # وَ هَكَذَا مِنْهُ اِلَيْنَا وَ صَلَا

“Membaca Al-Quran dengan tajwid hukumnya wajib, Siapa saja yang membaca Al-Quran tanpa memakai tajwid hukumnya dosa, Karena sesungguhnya Allah menurunkan Al-Quran berikut tajwidnya. Demikianlah yang sampai pada kita dari-Nya.”


DEFINISI TAHSIN DAN TAJWID

Tajwid menurut bahasa merupakan isim mashdar dari جَوَّدَ- يُجَوِّدُ- تَجْوِيْدًا yang artinya membaguskan atau membuat jadi bagus.

Pengertian tajwid secara bahasa ini sama seperti pengertian Tahsin (تحسين) yang berasal dari kata حَسَّنَ- يُحَسِّنُ- تَحْسِيْنًا yang berarti membaguskan atau memperbaiki.

Sedangkan tajwid menurut istilah (terminologi) ialah:

إ ِخْرَاجُ كُلّ ِحَرْفٍ مِنْ مَخْرَجِهِ مَعَ إِعْطَائِهِ حَقَّهُ وَ مُسْتَحَقَّهُ

“Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya masing-masing sesuai dengan hak dan mustahaqnya.”

Haq huruf yaitu sifat asli yang senantiasa ada pada setiap huruf atau seperti sifat Al-jahr, Isti’la, dan lain sebagainya. Hak huruf meliputi sifat-sifat huruf dan tempat-tempat keluar huruf.

Mustahaq huruf yaitu sifat yang sewaktu-waktu timbul oleh sebab-sebab tertentu ,seperti; izh-har, ikhfa, iqlab, idgham, qalqalah, ghunnah, tafkhim, tarqiq, mad, waqaf, dan lain-lain.


TUJUAN TAHSIN TILAWAH

Tujuan utama mempelajari ilmu tajwid dalam rangka tahsin tilawah adalah menjaga lidah dari kesalahan ketika membaca Al-Quran. Dan kesalahan dalam membaca Al-Quran ada dua macam:

  1. ا َلَّلحْنُ اْلجَلِيْ /Al-Lahnul Jaliy

Kesalahan yang terlihat dengan jelas baik dikalangan awam maupun para ahli tajwid.

  • perubahan bunyi huruf dengan huruf lain
  • perubahan harakat dengan harakat lain
  • memanjangkan huruf yang pendek atau sebaliknya.
  • Mentasydidkan huruf yang tidak seharusnya atau sebaliknya.
 
  1. اَلّلحْنُ اْلخَفِيْ /Al-Lahnul Khofiy

Kesalahan ringan yang tidak diketahui secara umum, kecuali oleh orang yang memiliki pengetahuan mengenai kesempurnaan membaca Al-Quran. Diantaranya:

  • hukum-hukum pembacaan seperti membaca mad wajib muttashil atau lazim dengan dua atau tiga harakat
  • tidak menerapkan kaidah ghunnah pada huruf-huruf yang seharusnya dibaca dengan ghunnah.

Contoh :

أَنْزَلَ – يُنْفِقُوْنَ – وَمَا أَنْزَلَ مِنْ قَبْلِكَ – إِذَا جَآءَ


TINGKATAN MEMBACA AL-QURAN

Tingkatan membaca Al-Quran dilihat dari segi kecepatannya, ada empat macam yaitu:

  1. اَلتَّحْقِيْقُ (At-Tahqiq), yaitu bacaan yang sangat lambat, yang lazim digunakan untuk mengajarkan Al-Quran dengan sempurna.
  2. التَّرْتِيْلُ (At-Tartil), yaitu bacaan lambat, dengan menggunakan kaidah-kaidah Ilmu Tajwid dan mentadaburinya.
  3. اَلتَّدْوِيْرُ (At-Tadwir), yaitu bacaan yang tidak terlalu capat dan tidak terlalu lambat, bacaan dengan irama yang sedang.
  4. اَلْحَدَرُ (Al-Hadr), yaitu bacaan yang dilakukan dengan cepat dan tetap mempraktikkan tajwidnya.